::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Breaking News / KH. Ahmad Solehan Toyyib, Pengasuh Pesantren Hidayatul Mubarok Lampung Tengah Wafat

KH. Ahmad Solehan Toyyib, Pengasuh Pesantren Hidayatul Mubarok Lampung Tengah Wafat

Lampung Tengah: Mendung duka menyelimuti langit keluarga besar Nahdlatul Ulama Provinsi Lampung umumnya, khususnya di Kabupaten Lampung, beliau KH. Ahmad Solehan Toyyib pengasuh Pesantren Hidayatuk Mubarok Kampung Uman Agung, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah telah wafat, Rabu (28/7/2021) malam.

Ketua PAC GP Ansor Bandar Mataram, Andi Shobihin, mengatakan, informasi dari beberapa kerabat dan teman-teman alumni pesantren, beliau memang beberapa bulan yang lalu telah jatuh sakit, beliau wafat pada usia 70 tahun.

“Beliau lahir di Tulung Agung, Jawa Timur, pada tanggal 19 Juni 1951 M. KH. Ahmad Solehan Toyib menempuh pendidikan Pesantren pertama kali di pulau Jawa selama beberapa tahun, kemudian melanjutkan pendidikan di Lampung dengan beberapa tokoh terkemuka,” tambahnya.

Pada tahun 1989, beliau mendirikan Yayasan Pondok Pesantren Hidayatul Mubarok Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah, dan saat ini telah memiliki 5 unit pendidikan formal, yakni; RA Al Mubarok, MI Al Mubarok, MTs Al Mubarok, MA Al Mubarok, dan STIT Al Mubarok.

Beliau meninggalkan 1 istri dan 4 putri. Istri beliau bernama Siti Mariyam binti H. Fadhil dan 4 putri beliau yaitu Ning Masrurotun Nahri, Ning Uswatun Hasanah, Ning Binti Mutmainah, dan Ning Anki Latifatul Mudawamah.

Selain di Pesantren, beliau juga berkhidmat di jajaran PCNU Kabupaten Lampung Tengah dan MWC NU Kecamatan Bandar Mataram, sebagai Mustasyar.

Ribuan santri dan para takziyah menjadi saksi kepergian beliau untuk selama-lamanya. Beliau di makamkan komplek pesantren Hidayatuk Mubarok Kampung Uman Agung, Kecamatan Bandar Mataram, Kabupaten Lampung Tengah. (Akhmad Syarief Kurniawan)

About admin

Check Also

Bedah Buku “Malu Sama Allah”, Dosen FS Budaya Malu Beda Dengan Budaya Malu-maluin

Bandar Lampung: Dosen Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung, Dr. Abdul Qodir Zaelani, S.HI., M.A., …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »