::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Breaking News / Penjelasan Pokjawas Pringsewu Terkait Rencana Pembelajaran Guru di Era Pandemi

Penjelasan Pokjawas Pringsewu Terkait Rencana Pembelajaran Guru di Era Pandemi

Pringsewu: Di era pembelajaran dalam jaringan (daring) saat ini akibat pandemi Covid-19 saat ini dibutuhkan kreativitas para tenaga pendidik untuk mempersiapkan berbagai hal untuk mendukung lancarnya tugas mengajar. Di antaranya adalah kesiapan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang akan menjadi panduan selama Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).

RPP harus disusun sesuai dengan pembelajaran daring yang akan dilakukan oleh para guru. Materi kurikulum yang diajarkan di masa pandemi ini pada dasarnya tidak ada perubahan. Sehingga para guru bisa menggunakan RPP sebelumnya dengan beberapa penyesuaian.

Terkait dengan RPP 1 lembar yang bisa dibuat oleh guru, Ketua Pokjawas Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu H Aceng Royani mengatakan bahwa cara tersebut adalah untuk mempermudah para guru. Materi pada RPP 1 lembar dengan yang sudah biasa disusun oleh guru sama saja. Hanya ada perbedaan mekanisme penulisan serta dalam langkah-langkah pembelajarannya.

“Ini dikembalikan kepada kebijakan lembaga masing-masing,” katanya terkait RPP saat menjadi pemateri pada Workshop Peningkatan Kompetensi Tenaga Pendidik dan Kependidikan di MAN 1 Pringsewu, Jumat (17/7).

Dalam kondisi darurat seperti ini, penyusunan RPP juga harus mempertimbangkan platform pembelajaran daring apa yang akan digunakan oleh para guru. Hal ini mengingat banyak sekali platform yang bisa digunakan oleh guru dalam melaksanakan tugas mengajar dalam situasi daring.

Selain E Learning melalui website, platform e learning juga bisa menggunakan platform seperti zoom, youtube, dan berbagai platform media sosial.

Guru juga lanjutnya, harus menyiapkan RPP lain untuk mengantisipasi kondisi ketika sistem pembelajaran berubah dari daring ke tatap muka. Bagaimanapun langkah-langkah pembelajaran yang ada dalam daring dan tatap muka memiliki perbedaan.

Hal ini dijelaskannya kepada 60 peserta workshop yang terdiri dari guru mata pelajaran MAN 1 Pringsewu dan perwakilan guru MA swasta di Kabupaten Pringsewu. Dalan workshop yang dilaksanakan 4 hari ini, para peserta mendapatkan beberapa materi di antaranya Penyusunan RPP Daring, Penyusunan Soal HOTs, Modul Pembelajaran Online, Penyusunan KKM di Aplikasi Elearning, Praktek Penyusunan RPP Daring, Praktek Penyusunan dan Upload Media Pembelajaran di Apikasi E-Learning. (Muhammad Faizin)

About admin

Check Also

Sapi Qurban Bunda Eva Jadi Pamungkas Pemotongan Hewan Qurban MUI Lampung 2020

Bandar Lampung: Matahari belum terik kala Panitia Pemotongan Hewan Qurban MUI Provinsi Lampung 2020 menyelesaikan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »