::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Breaking News / Khutbah Idul Adha 1441 H: Mengambil Ibroh dari Ibadah Haji dan Qurban

Khutbah Idul Adha 1441 H: Mengambil Ibroh dari Ibadah Haji dan Qurban

Khutbah Idul Adha 1441 H
Mengambil Ibroh dari Ibadah Haji dan Qurban
Oleh: Ustaz. Abdul Aziz, SH., SPd.I., MPd.I
Sekretaris Umum MUI Kota Bandar Lampung

 

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَركَاَتُهُ
اَللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُ (9)

اَللَّهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لَاإِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَإِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرُ، اَللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَنزَلَ السَّكِينَةَ فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ لِيَزْدَادُوا إِيمَانًا مَّعَ إِيمَانِهِمْ وَلِلَّهِ جُنُودُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا وَالْحَمْدُ للهِ الْقَائِل، وَللهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً

اَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَرَسُوْلَ ولاَنَبِيَ بَعْدَهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِينَ وَتَابِعِ التَّابِعِينَ وَمَنْ تَبِعَ سُنَّتَهُ وَجَمَاعَتَهُ مِنْ يَوْمِ السَّبِيْقِيْنَ الْاَوَّلِيْنَ اِلَى يَوْمِ النَّهْضَةِ وَالدَّيْنِ اَمَّابَعْدَهُ

 فَيَا عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ وَأَحَثُّكُمْ عَلَى طَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

يا معاشر المسلمين وزمرة المؤمنين رحمكم الله

Puja dan puji syukur marilah senantiasa kita panjatkan kahadlirat Allah SWT. Karena berkah, taufiq, hidayah dan rahmatNYA-lah sehingga kita semua mendapatkan kesempatan mulya untuk melaksanakan ibadah sunnah mu’akkad yaitu Shalat Idul Adlha berjama’ah tanpa halangan satu apapun, shalatullah wa salamuhu semoga tetap tercurahkan keharibaannya yang suci nan ma’shum junjungan kita Nabi Besar Muhammad SAW berikut para keluarga, sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in, ulama waratsatul ambiya’ hingga kekita semua, mudah mudahan mendapatkan syafa’at di yaumil akhir kelak. Allahumma Amien

يا معاشر المسلمين وزمرة المؤمنين رحمكم الله

Marilah kita senantiasa meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT. yaitu melaksanakan apa yang diperintahkanNYA dan menjauhi apa yang dilarangNYA, dengan segenap jiwa raga, keikhlasan dan kesabaran.

Idul Adha adalah momentum dua ibadah besar dengan rentang sejarah kemanusiaan yang panjang dan sarat dengan ibroh bagi kemanusiaan hari dan masa yang akan datang tentu dalam upaya Taqarrub Ilallah (upaya mendekatkan diri kepada Allah), yaitu ibadah haji dan  penyembelihan hewan kurban. Ibadah haji adalah rukun Islam yang kelima sehingga ibadah ini wajib dilakukan oleh seluruh umat Islam yang mampu atau kuasa dalam aspek jiwanya, raganya, akomodasinya, finansialnya dan keamananya, dasarnya adalah Al Qur’an Surat Ali Imron ayat 97;

فِيهِ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ مَّقَامُ إِبۡرَٰهِيمَۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنٗاۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٩٧

Artinya :

Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam. (QS Ali Imron : 97)

Sedangkan ibadah qurban adalah sunah mu’akkad, sunnah yang ditegaskan dan ditekankan untuk dilaksanakan oleh umat Islam dalam setiap tahunnya, dasarnya adalah Al Qur’an Surat Al Hajj ayat 34;

وَلِكُلِّ أُمَّةٖ جَعَلۡنَا مَنسَكٗا لِّيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۗ فَإِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَلَهُۥٓ أَسۡلِمُواْۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُخۡبِتِينَ ٣٤

Artinya :

Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah). (QS. Al Hajj : 34)

يا معاشر المسلمين وزمرة المؤمنين رحمكم الله

Ibadah Haji yang merupakan rukun kelima dalam Islam sarat ritual napak tilas dan simbol-simbol penuh makna. Pertama, adalah makna tauhid, Ka’bah adalah sentra kedatangan jama’ah haji dari berbagai belahan dunia, jutaan orang dari berbagai penjuru dunia berkumpul dalam satu titik, yaitu tanah haram, tidak ada yang dibedakan pun tidak ada yang diistimewakan, semua sama, ini adalah simbol bahwa tujuan dari keseluruhan hidup ini adalah satu, yakni Allah SWT. Baitullah (rumah Allah) harus dipahami dalam makna tersebut, bukan makna makan yang lainnya.

Kedua, adalah makna kemanusiaan, kain ihram yang dipakai jama’ah haji saat memulai ritual ibadah haji adalah simbol kesamaan, kesetaraan dan egalitarian ummat manusia, seluruh pakaian berwarna putih, jama’ah haji laki-laki harus mananggalkan semua pakaian berjahit dan hanya memakai dua helai kain ihram, dilarang mengenakan topi, peci, atau penutup kepala lainnya, sedangkan jamaah perempuan dilarang mengenakan cadar atau penutup muka, ritual ini menandai kesatuan identitas manusia sebagai hamba Allah, menanggalkan identitas-identitas selainnya, seperti suku, ras, nasab, jabatan politik, kelas ekonomi, dan ketokohan, petani, nelayan, selebritis, ulama, polisi, tentara, menteri, anggota dewan atau bahkan presiden datang ke Tanah Suci sebagai hamba Allah, bukan sebagai orang dengan atribut – atribut sosialnya.

Ketiga, adalah napak tilas kenabian, ritual ibadah haji adalah momentum mengenang jejak nabi-nabi terdahulu, Nabi Adam AS, Nabi Ibrahim AS, Nabi Ismail AS, dan Nabi Muhammad SAW. Ritual melontar Jumrah adalah jejak permusuhan Nabi Adam AS dengan setan, ritual sa’i berupa lari sebanyak tujuh kali dari sofa ke marwah menyimpan sejarah perjuangan Ibunda Siti Hajar mencari air untuk putra tercintanya, Nabi Ismail AS, disaat suami tercinta Nabi Ibrahim AS tidak berada disampngnya, Hingga akhirnya pertolongan Allah pun datang, secara tiba-tiba dari bawah kaki Nabi Ismail AS yang masih kecil memancarkan mata air yang kemudian kita kenal hingga hari ini sebagai sumur Zamzam.

يا معاشر المسلمين وزمرة المؤمنين رحمكم الله

Ibadah kurban juga mempunyai beberapa makna penting. Pertama, ibadah kurban adalah upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. berkurban memerlukan semangat dan perjuangan, semangat berkurban karena didorong oleh ketaqwaan seseorang kepada Allah SWT dan berjuang untuk mengendalikan hawa nafsu duniawinya serta menekan sekuat tenaga egoisme pribadinya. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhoan) Allah SWT, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.

Kedua, Ibadah kurban adalah wujud syukur kepada Allah SWT atas semua nikmat dan anugerahNYA. Sangat wajar apabila sebagian nikmat yang kita diperoleh digunakan untuk mentaati perintah Allah dengan berkurban.

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ ١  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ ٢

Artinya:

Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu nikmat yang banyak. Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkorbanlah (QS. Al Kautsar : 1-2)

Ketiga, Ibadah kurban bertujuan membantu sesama, terutama yang kurang beruntung secara ekonomi melalui distribusi daging kurban kepada mereka, bukti kemurahan hati orang yang berkurban kepada sesamanya, diharapkan dengan ritual ini tercipta kebersamaan dan persaudaraan sesama muslim bahkan persaudaraan kemanusiaan secara luas.

Keempat, Ibadah kurban yang dilakukan dengan menumpahkan darah hewan kurban adalah simbol agar orang yang berkurban menanggalkan sifat-sifat kebinatangan yang melekat pada dirinya, sifat rakus, tamak, bengis, licik, egois dan lain sebagainya. Begitu pula melalui kurban seorang muslim harus menanggalkan penghambaan kepada sesama makhluk, karena Islam hanya membenarkan penghambaan hanya kepada Allah SWT.

 بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الآيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللَّهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم

KHOTBAH KEDUA

IDUL ADLHA TAHUN 1441 H.

اَللَّهُ أَكْبَرُ (7)

حَمْدًا وَشُكْرًا لِلَّهِ، نَحْمَدُهُ ونَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنْ سُرُوْرُ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ اَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللَّهُ فَلاَمُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ

أَشْهَدُ أَنْ لَآإِلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ رَسُوْلَ وَلاَ نَبِيَ بَعْدَهُ ، اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا وَمَوْلَنَا مُحَمَّدٍ رَسُوْلِ اللَّهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَلَىهُ.

 أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللَّهِ اِتَّقُوْااللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ اِلاَّوَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ

إِنَّ اللَّهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلَى سَيَّدِناَ اِبْرَهِيْمِ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ اِبْرَهِيْمِ وَباَرِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلَى سَيَّدِناَ اِبْرَهِيْمِ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ اِبْرَهِيْمِ فِي الْعَالَمِينَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيدٌ

 

اَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ،  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

يَااللَّهُ يَارَحْمَنُ يَارَحِيْمُ  يَاذَاالْجَلَالِ وَالْاِكْرَامِ  اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِ نَا مُحَمَّدٍ فِي الْاَوَّلِيْنَ وَاْلَاخِرِيْنَ وَبَارِكْ وَسَلِّمْ وَرَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْ كُلِّ صَحَابَةِ رَسُولِ اللَّهِ اَجْمَعِيْنَ

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عَلَى نِعْمَةِ الْاِيْمَانِ وَالْاِسْلاَمِ وَالْاِحْسَانِ  يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الْمُلْكُ وَلَكَ الشُّكْرُ يَامَعْبُودُ حَمْدًا الشَّاكِرِينَ حَمْدًا النَّاعِمِينَ حَمْدًا اليُّوَافيِ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ  يَارَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِي لِجَلَالِ وَجْهِكَ الْكَرِيْمِ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَنِكَ

رَبِّ اَوْزِعْنَا اَنْ نَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي اَنْعَمْتَ عَلَيْنَا وَعَلىَ وَالِدِنَا وَاَنْ نَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَاَدْخِلْنَا بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ

اَللَّهُمَّ اَنْتَ رَبُّنَا لَااِلَهَ اِلَّا اَنْتَ خَلَقْتَنَا وَنَحْنُ عَبْدُكَ وَنَحْنُ عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَااسْتَطَعْنَا وَنَعُوْذُبِكَ مِنْ شَرِّمَا صَنَعْنَا وَنَبُؤُلَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيْنَا وَنَبُؤُلَكَ بِذَنْبِنَا فَاغْفِرْلَنَا فَاِنَّهُ لاَيَغْفِرُ الذُّنُوبَ اِلاَّ اَنْتَ

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اِنَّهُ قَرِيْبٌ مُجِيبُ الدَّعَوَاتِ وَيَا قَاضِيَ الْحَجَاتِ ، اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلاَءَ وَاْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالطَّعُونَ وَالْفَخْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالزَّلاَزِلَ وَالشَّدَائِدَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ ، رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ بِفَضْلِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلاَمٌ عَلىَ الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعاَلَمِيْنَ

عِبَادَاللَّهِ ! إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ  فَاذْكُرُوا اللَّهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ
وَاللَّهُ الْمُوَافِقُ اِلَى اَقْوَامِ الطَّرِيْقِ ، ثُمَّ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

 

Untuk download teks silahkan klik: Khotbah Idul Adha 1441 H. 

Dukung Perjuangan Dakwah MUI dengan Like, Commet, Share and Subscribe 🛎 Youtube MUI Lampung

About admin

Check Also

Ini Harapan Ketum MUI Lampung pada MUI Pusat Periode 2020-2025

Bandar Lampung:  Sesaat setelah terbentuknya Dewan Pimpinan Pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat melalui Musyawarah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »