::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Breaking News / Program Sahabat UMI Gerakan Ekonomi Keluarga di Lampung

Program Sahabat UMI Gerakan Ekonomi Keluarga di Lampung

Bandar Lampung: Menggerakan ekonomi keluarga merupakan salah satu cara yang tepat dalam mendampingi masyarakat Lampung menghadapi era new normal. Pasca Hari Raya Idul Fitri, ACT Lampung menggulirkan program Sahabat Usaha Mikro Indonesia (UMI) dengan memberikan bantuan modal untuk usaha mikro.

Penyaluran bantuan usaha mikro mulai dilaksanakan pada Rabu (27/05) di RT 005 Kampung Harapan Jaya Lingkungan II Kelurahan Panjang Selatan Kecamatan Panjang. Keluarga Ibu Sriatun merupakan keluarga pertama yang mendapatkan bantuan Sahabat UMI. Setiap ikan hasil tangkapan suaminya diolah menjadi ikan asin untuk kemudian dijual kepengepul.

Dengan kondisi laut yang sedang tidak menentu, hasil tangkapan yang didapat tidak terlalu banyak sehingga olahan ikan asin sangat terbatas. Dengan adanya Bantuan modal, Sriatun berharap dapat membeli bahan baku dari nelayan lain sehingga produksi ikan asin bisa bertambah. Tentunya hasil penjualan ikan asin akan mencukupi kebutuhan pokok sehari-hari keluarga.

“Ya suami yang nangkap dilaut, dapatnya nggak banyak paling dapat satu dua nampan, ikan dibersihin, dicuci ditambah garam, dijemur bisa sehari sampai tiga hari. Kalau modalnya ada bisa banyak produksinya, beli bahan dari nelayan lain kan bisa bantu tetangga hasil tangkapanya jadi laku,” ucapnya.

Kepala Cabang ACT Lampung Dian Eka Darma Wahyuni mengatakan peluncuran program Sahabat UMI menjadi cara untuk mendampingi para Ibu berjuang untuk perekonomian keluarga ditengah Pandemi Corona. Saat gelombang PHK maupun karyawan dirumahkan, kebangkitan perekonomian dimulai dari usaha mikro yang dimotori para Ibu dengan berjualan kuliner dan kebutuhan pokok.

Untuk itu, ACT Lampung bersama dermawan akan turut mendampingi mereka dalam memulai maupun mempertahankan usaha yang dijalankan dengan bantuan berupa modal dana dan teknis. Pihaknya mendorong para Ibu memulai usaha dari apa yang menjadi kebiasaan sehari-hari. Misalnya sering membuat cemilan untuk anak-anaknya bisa inovasi lagi sehingga layak untuk ditawarkan kepada warga sekitar.

Konsep yang diusung dalam program Sahabat UMI adalah satu bantu satu dimana setiap dermawan akan membantu satu usaha mikro. Sehingga selain ada rasa persaudaraan, support yang diberikan tidak terbatas pada pendanaan, namun bisa dalam bentuk bantuan peralatan, ilmu, teknologi, jaringan pemasaran dan lainnya.

“Kami mulai luncurkan program ini dengan menggandeng berbagai pihak termasuk para UKM yang sudah mulai bertumbuh sehingga akan ada pergerakan ekonomi dari para keluarga yang terdampak Pandemi Corona,” tutupnya.

About admin

Check Also

Opini: Kemuliaan ‘Ulamāʾ dengan Keahlian Berbeda 

   Kemuliaan ‘Ulamāʾ dengan Keahlian Berbeda Oleh : Muhammad Irfan, SHI. M. Sy. Dosen Fakultas …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »