::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Breaking News / Khutbah Idul Fitri 1441 H: Halal Bi Halal Pada Musim Pandemi Covid-19

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Halal Bi Halal Pada Musim Pandemi Covid-19

Khutbah Idul Fitri 1441 H: Halal Bi Halal Pada Musim Pandemi Covid-19
Oleh: Dr. Agus Hermanto, M.H.I
Dosen UIN Raden Intan Lampung

 (الخطبة الأولى)

السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر,

الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر

الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر

الحمد لله الذى جعل شهر رمضان، صياما في النهار, وقياما في الليل، وأنزل الله القرآن، ووقع ليلة القدر. الحمدُ للهِ الَّذِى جَعَلَ يومَ عيدِ الفطرِ يَومَ السُرورِ, أحلّ اللهُ الطعامَ وحرّمَ الصيمِ, . أَشْهَدُ أنْ لا إلَهَ إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، وأشهدُ أنَّ مُحَمَّدًا عبْدُه ورَسُولُه. الَّذِى خَصَّ عِبَادَهُ بِخَيْرِ كِتَابٍ أُنْزِلَ وَأَكْرَمَهُمْ بِخَيْرٍ نَبِىٍّ أُرْسِلَ وَجَعَلَهُمْ بِالإِسْلاَمِ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ يَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَأَتَمَّ عَلَيْهِمُ النِّعْمَةَ بِأَعْظَمِ دِيْنٍ شَرَعَهُ اللهُ لِعِبَادِهِ الصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ الِّذِى أَدَّى الأَمَانَةَ وَنَصَحَ الأُمَّةَ وَجَاهَدَ فِى اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ وَتَرَكَهُمْ عَلَى المِلَّةِ الحَنِيْفَةِ السَّمْحَةِ وَعَلَى الطَّرِيْقَةِ الوَاضِحَةِ الغَرَّاءِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّ يْنِ. أما بعدُ

فَيَا عِبَادَ اللهِ!  أُوْصِى نَفْسِى وَأَنْتُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ, إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

قال الله تعالى فى كتابه الكريم:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا. وقال أيضا: يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jama’ah shalat Idul Fitri yang dimulyakan Allah!

Mulai dari tadi malam, sampai pada pagi hari ini, suara kumandang takbir semakin menggema, kalimat takbir, tahmid, tahlil terdengar begitu nyaring untuk mensucikan, memulyakan, membesarkan  Allah subhanahu wa ta’ala. Allahu Akbar Walillahilham.

Bulan ramadhan adalah bulan yang mulia dan dimuliakan oleh Allah swt., yang mana pada bulan ramadhan Allah swt., menguji keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah swt. Sehingga dikatakan dalam sabda rasulullah saw,

الصوم على ثلاثة أوجه صوم الروح بقصر الأمل، وصوم العقل بخلاف الهوى، صوم النفس الإمساك عن الطعام والمحارم. (رواه البخاري)

Puasa terbagi pada tiga macam, puasa ruh yaitu memendekkan harapan, puasa akal yaitu menahan hawa nafsu, puasa jiwa yaitu menjaga dari makanan dan sesuatu yang diharamkan (HR. Bukhari).

Pada bulan ini juga Allah memberikan musibah kepada kita untuk menguji keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah, maka dalam hal ini Allah mengajarkan kepada kita untuk bersabar, karena sabar akan dapat menolong segala amal kita,

الصبر يعين على كل عمل

Sabar akan dapat menolong setiap pekerjaan.

Dan sesungguhnya orang orang yang sabar adalah orang yang beruntung, من صبر ظفر

Barang siapa yang bersabar maka beruntunglah ia.

Allah swt., berfirman dalam surat al Baqarah ayat 153,

ياايّها الذين آمنوا استعينوا بالصبر والصلاة إن الله مع الصابرين (البقرة :153)

Hai orang orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang orang yang sabar (QS. Al baqarah: 153)

Hal ini seirama dengan nasehat Ibnu Sinna,

الوهم نصف الداء، والاطمئنان نصف الدواء ، والصبر بداية الشفاء

Kecemasan setengah dari penyakit, ketenangan setengah dari obat, sabar awal mula kesehatan.

Maka dalam hal ini Ali bin Abi Thalib ra., berkata yang dikutib dalam kitab Daqoiqul Akbar dalam bab tentang sabar,

Sabar itu dibagi menjadi tiga, (الصبر على الطاعة) sabar dengan tetap bertaat kepada Allah swt., contohnya pada saat ini sedang diuji untuk berpuasa, yang merupakan perintah Allan, maka kita menjalaninya dengan khusuk dan ikhlas karena Allah swt., yang merupakan bentuk ketaqwaan kita kepada Allah (الصبر عن المعصية) sabar dalam menjaga diri dengan menghindari kemaksiatan, pada saat kita sedang puasa, maka kita berusaha untuk menjaga dari segala kemaksiatan, baik kemaksiatan telinga, mata maupun mulut, bahkan seseorang yang sudah bersuami istri dilarang berhubungan badan pada siang hari bulan ramadhan (الصبر على الصيبة) sabar dari segala musibah, ditengah tengah kita sedang diuji oleh Allah swt., yaitu menjalankan puasa, kita sedang mendapatkan musibah, yaitu adanya wabah corona.

Maka dari pada itu, marilah sabar kita jadikan sebagai penolong kita, sehingga kita mendapatkan keteguhan iman, dan taqwa kepada Nya.

وبالصبر واليقين تنال الأمانة في الدين

Dan hanya dengan kesabaran dan keyakinan kepada Allah, akan dapat amanah dalam menjalankan agama.

Karena sesungguhnya ujian dan musibah merupakan evaluasi untuk meneguhkan iman dan taqwa kepada Nya.

وبالامتحان يكرم المرء أو يهان

Dan dengan ujian, Allah akan menjadikan dirimu terhormat atau menjadikan, Allahu Akbar Walillahilham.

Hadirin, hadhirat yang berbahagia,

Idul Fitri adalah hari kemenangan umat Islam, karena pada saat ini kita telah melaksanakan ibadah puasa selama satu bulan penuh lamanya, sebagai salah satu ujian dari Allah kepada kita, untuk meneguhkan keimana, dan ketawaan kita kepa allah swt., agar kita semakin sabra, istiqomah dan senantiasa qonaah serta tha’ah menerima  dan menjalani perintah Allah dengan khusu’, ikhlas dan tawadhu’ kepa-Nya, Allahu Akbar walillahilham

Idul fitri sering disebut dengan istilah lebaran yang berarti lebar, lebur, labur. Lebaran artinya melepaskan dosa-dosa kita di hari yang suci nan mulia ini yaitu hari Idul fitri, fitri yang berarti bersih, suci dari segala kesalahan dan dosa.

Ketika Idul Fitri tiba, umat Islam mengadakan acara yang sangat unik, yaitu silaturahim, yang istilah ini dalam bahasa Jawa sidebut Sungkem kepada kedua orang tua yang masih ada, maupun kepada sanak family yang lainnya, namun ketika sudah tiada, mereka menyempatkan waktunya untuk berziarah ke Kuburan dan berdoa bersama atau dilaksanakan dengan sendiri-sendiri.

Istilah silaturahim pada awal masuknya Islam ke Indonesia agak begitu sulit di ucapkan, kemudian KH. Wahab Chasbullah diberi nama halal bi halal yang kemudia istilah ini popular sampai hari ini. Halal bi halal adalah sebuah tradisi di masyarakat kita yang merupakan media untuk bersilaturahmi, halal bi halal berasal dari kata halal yang artinya lepas dari dosa, sehingga istilah ini digunakan untuk menyambung tali silaturahim sering juga disebut bersal dari kalimat thalabul halal bi thariqi al- halal, yaitu meminta mencari penyelesaian masalah atau mencari keharmonisan  hubungan dengan cara mengampuni kesalahan. Sehingga istilah halal bi halal sebagai sarana untuk saling bermaafan.

Istilah halal bi halal memang hanya sebuah tradisi baik dan mulia di Indonesia, yang tidak ada dasarnya dalam al-Qur’an dan al-Sunah dan tidak ada pelaksanaannya di Negara-negara lain, unik memang hal ini, dan inilah merupakan sebuah tradisi Islam yang ada di Indonesia. Jika kehidupan ini ibarat benang yang selama ini tidak jelas ujungnya karena saking banyaknya alur kemudian menjadi kusut, maka sejatinya halal bi halal adalah merajut kembali benang yang sudah kusut dan nyaris sulit diselesaikan. Jika ada kesalahan yang terjadi dan belum termaafkan karena sebuah kesalahan atau khilaf, maka saat itulah bertemu, duduk bersama untuk bemaafan, bercerita dan saling tabayyun.

Hadirin, hadirat yang berbahagia,

Tradisi mudik merupakan merupakan salah satu tradisi unik yang ada di Indonesia menjelang datangnya lebaran, tradisi mudik sangat erat kaitannya dengan halal bi halal, karena salah satu tujuan mudik adalah bersilaturahim dengan orang tua, keluarga, sanak family dan sahabat yang lama tidak berjumpa, dengan tujuan yaitu halal bihalal atau melepaskan dosa, salim memaafkan antara yang satu dengan yang lainnya. Pada saat musim pandemic covid 19, kita di lockdown dan tidak diperkenankan mudik, stay at home yaitu mengerjakan segala aktifitas di rumah dan distancy yaitu dilarang berkerumul, dalam artian juga dilarang mudik dan dilarang melakukan silaturahim dengan tatap muka.

Teknologi yang menjadi olah pikir manusia mampu mewujudkan bi’ah baru dalam menyikapi kearifan likal di Indonesia yaitu mudik dan halal bi halal, jika maqasid al-syari’ah dari halal bihalal adalah melepaskan dosa, meminta maaf antara yang satu dan yang lainnya, maka pada kali ini tidak dapat kita lakukan dengan cara mudik, bergerumul dengan keluarga, namun bisa menggunakan media lain yaitu WA, FB dan media Zoom. Hal ini merupakan bi’ah baru yang dapat kita bangun secara arif pada musim pandemic, tapa haru melanggar aturan pemerintah dan tanpa harus menghilangkan budaya lokal yaitu halal bi halal.

Hadirin, hadhirat yang berbahagia, untuk itu, marilah kita selalu bersabar dalam mengahadi segala musibah dan ujian dari Allah subhanahu wata’ala, agar kita diteguhkan keimanan dan ketaqwaan kita, lebih-lebih di hari yang fitri ini, kita jalin tali silaturahmi diantara kita dengan cara-cara yang arif dan bijak, sehingga Allah senantiasa memberkahi langkah kita Amin ya rabbal Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ


 

(الخطبة الثانية)

الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر,

الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر, الله أكبر

الحَمْدُ ِللهِ الَّذِى تَتِمُّ الصَّالِحَاتِ , وَأَشْهَدُ أَنْ لا إِلهَ إِلا اللهُ وَحْدَهُ لا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ , اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ,

فَيَا عِبَادَ اللهِ!  أُوْصِى نَفْسِى وَأَنْتُمْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ, إِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ ، وَثَنَّى بِمَلاَئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ ، فَقَالَ تَعَالَى وَلَمْ يَزَلْ قَائِلاً عَلِيْمًا ، تَنْبِيْهًا لَنَا وَتَعْلِيْمًا ، وَتَشْرِيْفًا لِنَبِيِّهِ وَتَعْلِيْمًا “إِنَّ اللهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَاأَيُّهَااَّلذِيْنَ آمَنُوْ ا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”

اللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وعلى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ وَالمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ الأحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَقَاضِيْ الحَاجَاتِ وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِهِمْ وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِهِمْ وَانْصُرْهُمْ عَلَى عَدُوِّكَ وَعَدُوِّهِمْ , اللّهُمَّ لا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لايَخَافُكَ وَلا يَرْحَمُنَا , اللّهُمَّ انْصُرِ المُجَاهِدِيْنَ الَّذِيْنَ يُجَاهِدُوْنَ فِي سَبِيْلِكَ فِي كُلِّ زَمَانٍ وَمَكَانٍ, اللّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ دِيْنَكَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ دِيْنَكَ , اللّهُمَّ أَعِزَّ الإسْلامَ وَالمُسْلِمِيْنَ وَأَذِّلَّ الشِّرْكَ وَالمُشْرِكِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَانْصُرْ عِبَادَكَ المُؤْمِنِيْنَ, اللّهُمَّ اجْعَلْنَا فِى هَذَا الشَّهْرِ المُبَارَكِ مِنَ السُّعَدَاءِ المَقْبُوْلِيْنَ وَ لاَ تَجْعَلْنَا اللّهُمَّ مِنَ الأَشْقِيَاءِ المَرْدُوْدِيْنَ, اللَّهُمَّ إِنِّا نعُوذُبِكَ مِنْ البَرَصِ، وَالجُنُونِ، وَالجُذَامِ، وَمِنْ سَيِّءِ الأَسْقَامِ تَحَصَّنَا بِذِى الْعزَّةِ وَالْجَبَرُوْتِ وَاعَتَصَمْنَا بِرَبِّ الْمَلَكُوْتِ وَتَوَكَّلْنَا عَلَى الْحَيِّ الَّذِى لاَ يَمُوْتُ اللّهُمَّ اصْرِفْ عَنَّا هَذا الْوَبَاءَ وَقِنَا شَرَّ الرَّدَى وَنَجِّنَا مِنَ الطَّعْنِ والطَّاعُوْنِ وَالْبَلاَءِ بِلُطْفِكَ يَا لَطِيفُ يَا خَبِيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ رَبَّنَا لاتُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّاب رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالعَدْلِ وَالإحْسَانِ وَاِيْتَآءِ ذِيْ القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالمُنْكَرِ وَالبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوْا اللهَ العَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكَمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Silahkan Klik Untuk Download Materi

Khutbah Idul Fitri 1441 H 

About admin

Check Also

Struktur Lengkap MUI Periode 2020-2025

Jakarta:  Sidang formatur tujuh belas orang diantaranya Prof. Dr. KH. Ma’ruf Amin (Ketua) Dr. H. …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »