::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Agenda MUI Lampung / Pertama Kali di Indonesia, MUI Lampung Gelar Akademi Dai Wasathiyah di Markas Marinir

Pertama Kali di Indonesia, MUI Lampung Gelar Akademi Dai Wasathiyah di Markas Marinir

Pesawaran: Suara ledakan tiba-tiba memecah kesunyian Ahad (24/11) pagi dini hari di Markas Komando Brigadir Infantri (Brigif) 4 di Kawasan Marines Eco Park, Kabupaten Pesawaran, Lampung. Terlihat beberapa tentara marinir mendekati barak yang ada tepat di tengah lapangan. Penghuni barak pun terlihat kaget dan bergegas bangun mempersiapkan sesi selanjutnya.

Ya. Seperti itulah suasana kegiatan hari terakhir pelaksanaan Akademi Dai Wasathiyah yang digelar oleh Majelis Ulama Indonesia Provinsi Lampung. Para peserta yang merupakan para dai dai 15 kabupaten kota se Lampung mendapatkan pendidikan kedisiplinan bangun yidur ala militer oleh para prajurit TNI Angkatan laut.

Latihan kedisiplinan pun dilanjutkan pada pagi hari pukul 6 pagi. Semua peserta dibariskan di depan pos pengamanan Mako Brigif. Nampak dua buah tank perang sudah terparkir di depan para dai-dai Lampung ini. Setelah dijelaskan jenis tank berikut peruntukannya, sebanyak 46 peserta menaiki tank tersebut menuju lokasi latihan menembak.

Sekitar 500 meter para peserta menaiki kendaraan perang TNI AL tersebut dan sampailah di lapangan tembak pistol dan panahan di kawasan perbukitan belakang Mako. Setelah mendengarkan penjelasan tentang tata cara menembak dan memanah, semua peserta berkesempatan berlatih menembak.

“Pengalaman yang sangat berharga. Kayaknya bakal nggak pernah menembak beneran dengan pistol kalau tidak ikut Akademi Dai Wasathiyah ini,” kata Barakah, salah satu peserta dari Kabupaten Pringsewu.

Memang kesan luar biasa dirasakan oleh para peserta. Baru kali ini kegiatan MUI bisa bersinergi dengan TNI AL dan ini menurut Danbrigif Marinir 4, Ahmad Fajar baru pertama kali di Indonesia.

Setelah latihan menembak, para peserta kemudian diangkut dengan menggunakan dua buah kendaraan yang biasa digunakan membawa para prajurit TNI. Para peserta dibawa ke pantai untuk merasakan salah satu alutsista TNI AL yakni kapal cepat.

Para peserta dibawa mengarungi lautan dengan mengelilingi pulau kelagian. Kapal yang membawa seluruh peserta tersebut memiliki kecepatan tinggi dan prajurit yang menahkodainya pun sangat piawai mengoperasikannya. Sekitar 30 menit mengarungi lautan, kapal pun bersandar kembali dengan selamat di dermaga khusus TNI AL.

Para peserta nampak menikmati pendidikan dai yang digagas oleh MUI Lampung ini. Pemilihan tempat di Mako Brigif Marinir sangat membekas sekali dalam benak para peserta. Berbagai pengalaman pendidikan militer ala TNI dirasakan peserta mulai dari makan yang menggunakan peralatan makan anggota TNI sampai dengan tidur di barak TNI.

KH Khairuddin Tahmid, Ketua MUI Provinsi Lampung mengatakan bahwa langkah ini dilakukan pihaknya untuk lebih mempererat hubungan antara TNI dan Ulama. Ada tugas yang sama di dua institusi ini. Jika TNI menjaga kedaulatan NKRI di wilayah laut, MUI juga menjaga kedaulatan NKRI di wilayah ideologi.

Sinergitas seluruh elemen bangsa sangat diperlukan untuk mewujudkan NKRI yang kuat, aman, dan senantiasa dalam lindungan dan ridho Allah SWT. (Muhammad Faizin).

About admin

Check Also

Kusaeri Suwandi Dimanahkan Sebagai Koordinator Program KOIN Muktamar Ke 34 PCNU Kota Bandar Lampung

Bandar Lampung: Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menginstruksikan program KOIN Muktamar dalam rangka menyukseskan agenda …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »