::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Agenda MUI Lampung /  Sambutan Ketua Umum MUI Pusat Pada Rakernas V MUI di NTB

 Sambutan Ketua Umum MUI Pusat Pada Rakernas V MUI di NTB

بسم الله الرحمن الرحيم

 

SAMBUTAN KETUA UMUM MUI PUSAT

PADA ACARA PEMBUKAAN RAKERNAS MUI

TAHUN 2019

Assalamu’alaikum wr.wb.

الحمد لله الذى بنعمته تتم الصالحات، وبطاعته تنزل البركات، وبفضله تتحقق الغايات. أشهد أن لا إله إلا اللهُ وَحْدَهُ لا شريك له، وأشهد أن محمدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللهم صلّ وسلّم على سيدنا ومولانا محمد بن عبد الله، وعلى آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم القيامة. أما بعد.

  • Yang terhormat,Nusa Tenggara Barat beserta jajaran Muspida;
  • Yang terhormat, Bupati Lombok Tengah beserta jajaran SKPD
  • Yang terhormat, para pejabat tinggi Negara.
  • Al-Mukarromun, para alim-ulama, para pimpinan MUI Pusat, pimpinan MUI Provinsi se-Indonesia, dan pimpinan Ormas Islam, serta hadirin-hadirat, yang berbahagia.

 

Mari kita panjatkan puji dan syukurke hadirat AllahSubhanahu Wata’ala, yang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah, serta inayah-Nya kepada kita semua, sehingga pada malam hari ini kita dapat hadir dalam acara pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) MUI tahun 2019.

Sebagai forum tertinggi kedua di lingkungan MUI, Rakernas mempunyai artipentinguntukmelakukan konsolidasi organisasi MUI tingkat pusat dan daerah. Alhamdulillah, dari waktu ke waktu penyelenggaraan organisasi MUI se-Indonesia mengalami peningkatan yang menggembirakan. Hal itu terlihat dari hasil monitoring dan evaluasi (monev) yang kita lakukan beberapa bulan terakhir. Ada beberapa indikator utama yang kita lihat melalui monev. Yaitu, pelaksanaan program yang terencana, kesinambungan program daerah dengan program prioritas nasional, representasi ormas dan ulama dalam kepengurusan, tata kelola organisasi, dan kesehatan aspek pendanaan.

Apabila dibandingkan dengan hasil monev tahun 2017, sesuai data yang ada pada hasil monev 2019, dapat disimpulkan telah terjadi peningkatan di hampir semua kategori. Namun demikian, tidak bisa dipungkiri, masih terjadi kesenjangan yang lumayan tinggi antara pengelolaan organisasi MUI propinsi yang punya nilai paling atas dan yang paling bawah. Idealnya, perbedaannya tidak terlalu jauh. Yang itu menandakan standart pengelolaan organisasi MUI sudah bisa diterapkan merata di semua daerah. Ke depan, kita akan terus dorong agar pengelolaan organisasi MUI di daerah mempunyai standart kualitas yang tidak terlalu senjang. Secara khusus kami berikan apresiasi kepada MUI Sumatera Utara yang secara konsisten mempertahankan tata kelola organisasinya dengan nilai tertinggi.

Monev ini dilakukan tidak lain adalah untuk perbaikan kinerja dan tata kelola organisasi di tingkat daerah. Sebagaimana MUI pusat juga senantiasa berusaha untuk meningkatkan kinerja dan tata kelola organisasi. Standart ISO yang terus kita pertahankan menjadi bukti komitmen kita di MUI pusat untuk terus meningkatkan kinerja dan tata kelola organisasi.

Hal itu semua sungguh menggembirakan hati saya. Sejak awal saya diberikan amanah sebagai ketua umum MUI di Munas 2015, saya sudah berniat dan berazam untuk terus melakukan pembenahan kinerja dan tata kelola organisasi MUI se-Indonesia. Dalam berbagai kesempatan, saya terus menerus menyampaikan prinsip (الإصلاح إلى ما هو الأصلح فالأصلح ثم الأصلح), dengan harapan dapat menjadi landasan perbaikan organisasi secara berkelanjutan (continous improvement).

Sekali lagi, sebagai mandataris Munas IX tahun 2015, saya sangat bersyukur melihat peningkatan tersebut, yang terjadi bukan saja di tingkat pusat, tapi juga di tingkat daerah. Semoga di waktu mendatang, ketika saya diamanahi untuk berkhidmah di lingkup yang lebih luas, yaitu sebagai wakil presiden, saya bisa bawa semangat perbaikan ini ke dalam konteks yang lebih luas, yaitu kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, di dalam hati saya juga masih punya ghirah dan himmah untuk terus mengawal perbaikan MUI di seluruh Indonesia. Karena, habitat asal dan aliran darah saya adalah perjuangan keumatan.

Hadirin-Hadirat yang Berbahagia…

Perkembangan Teknologi Informasi yang demikian cepat akan mengubah secara mendasar tata-hidup masyarakat.Hal itu pada saatnya akan berakibat pada bergesernya tata-nilai yang dipegang dan diyakini oleh masyarakat.Saat ini perubahan tersebut sudah mulai kita alami. Misalnya praktik ekonomi sudah masuk (dan pasti akan terus menguat) ke ranah ekonomi digital. Pola komunikasi juga demikian, media massa berbasis koran, majalah, radio dan TV akan punah bergeser ke arah komunikasi digital. Sektor lain juga akan berubah menyesuaikan diri dengan tren digital berbasis IT.

Oleh karena itu, MUI harus menyiapkan diri sejak awal untuk menyambut datangnya tren digital tersebut.MUI harus berubah mengikuti tren tersebut. Bukan artinya berubah tata-nilainya, tapi berubah cara dan strateginya menyesuaikan diri dengan era digital. Semua komisi dan Lembaga/badan di lingkungan MUI harus sudah mengantisipasi perkembangan era digital tersebut. Program kerja yang dirumuskan harus disesuaikan dengan tuntutan tren digital. Kalau hal itu tidak dilakukan, maka MUI akan ditinggalkan, karena program dan kinerjanya tidak menyentuh pada segmen masyarakat yang telah berubah tersebut.

MUI daerah juga harus melakukan hal yang sama, yaitu mengantisipasi dampak terjangan era digital yang tidak terhindarkan. Dengan antisipasi yang baik, insyaallah MUI akan terus bisa berkhidmah melayani dan melindungi umat, dengan cara yang lebih baik lagi.

 

Hadirin-hadirat yang berbahagia

Saya berpandangan, mengarus utamakanIslam wasathiyah di Indonesia yang merupakan amanat Munas IX tahun 2015 masih tetap relevan untuk terus disampaikan kepada umat Islam agar dapat difahami dan diyakini. Penguatan paradigma Islam Wasathiyah harus tetap menjadi agenda utama MUI di semua tingkatan.

Hal ini dipandang penting seiring dengan adanya indikasi terus menguatnya radikalisme di masyarakat, baik radikalisme kiri maupun kanan.Radikalisme kiri merupakan gerakan liberalisme, pluralisme dan sekularisme dalam beragama. Sedangkan radikalisme kanan merupakan radikalisme dalam beragama dan terorisme berkedok agama.

Pergerakan kedua kutub ini disadari atau tidak, diakui atau tidak, merupakan gambaran pertarungan ideologi global yang menerjang di Indonesia. Dampaknya pertarungan tersebut telah memporak-porandakan bangunan keislaman yang selama ini telah dibangun oleh para ulama terdahulu di negeri ini. Radikalisme kiri rawan menyasar para akademisi di kampus. Sedang radikalisme kanan masuk melalui faham keagamaan yang sempit yang menerjang orang awam yang baru sadar dan belajar agama tanpa guru melalui internet.

Pengurus MUI di semua tingkatan harus memahami dan menghayati paradigma Islam wasathiyah, sehingga dapat menjadi corong dalam menyampaikannya kepada umat. Setiap pengurus MUI harus mendakwahkan Islam wasathiyah kepada sebanyak mungkin umat Islam. Sehingga pemahaman keislaman sebagaimana yang telah diletakkan oleh para ulama terdahulu di Indonesia bisa hadir kembali dan menjadi jati diri muslimin di Indonesia.

 

Hadirin-hadirat yang berbahagia

Demikianlah kiranya sambutan saya atas nama Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia. Mudah-mudahan ada manfaatnya dan dapat dijabarkan melalui persidangan Rakernas ini. Kami berdo’a semoga permusyawaratan ini diridhai  oleh Allah SWT dan dapat merumuskan hasil-hasil yang baik. Selamat bermusyawarah, semoga sukses.

Wabillahittaufiq walhidayah, wallahul muwaffiq ila aqwamit thariq.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mataram, 11 Oktober 2019

DEWAN PIMPINAN

MAJELIS ULAMA INDONESIA

Ketua Umum,

Prof. DR. KH. MA’RUF AMIN

About admin

Check Also

KSK Lampung Gelar Pengobatan Gratis di Ponpes Sabilul Musthofa

Bandar Lampung: Komunitas Sadar Kesehatan (KSK) Lampung menggelar pengobatan gratis di Pondok Pesantren Sabilul Musthofa, …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »