::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Breaking News / Rekrut Anggota Baru, Komunitas LDC UIN RIL Adakan Diksar

Rekrut Anggota Baru, Komunitas LDC UIN RIL Adakan Diksar

Bandar Lampung: Komunitas LDC (Law Debate Community) Fakultas Syari’ah UIN Raden Intan Lampung adakan Pendidikan Dasar (Diksar) di GSG Fakultas Syari’ah UIN Raden Intan Lampung , pada Sabtu (07/09) yang diikuti sekitar 40 peserta.

Acara dimulai pukul 09.00 WIB dan dibuka langsung oleh Dr. H. Muhammad Zaki, S.AG., M.Ag selaku Wadek III Bidang Kemahasiswaan Fakultas Syari’ah UIN Raden Intan Lampung, dalam sambutannya beliau mengatakan bahwa perlu adanya kader-kader pengganti yang diharapkan mampu membawa nama baik Fakultas Syari’ah ditingkat provinsi maupun nasional.

“Fakultas Syari’ah telah menunjukan kebolehan dan keunggulannya dalam lomba debat di tingkat provinsi maupun nasional, jadi perlu adanya mahasiswa penerus dan diharapkan itu adalah kalian,” tuturnya.

Acara diksar dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang kiat-kiat menjadi pendebat yang disampaikan oleh Abdul Qodir Zaelani, S.H.I., MA selaku Pembina Komunitas LDC, materi public speaking oleh Rini Novitasari selaku Wakil Ketua Umum Komunitas LDC dan sesi post test oleh para pengurus LDC tentang empat tema yaitu Hukum Ketatanegaraan, Konstitusi, Bahasa dan Psikologi.

Ketua Umum Komunitas LDC, Eka Kurniasari berharap dengan diadakannya Diksar tersebut, dapat melahirkan anggota LDC yang mampu membanggakan almamater UIN Raden Intan Lampung.

“Saya berharap semoga dengan adanya Diksar ini kualitas anggota LDC akan tumbuh dengan pesat dan mampu membanggakan almamater UIN Raden Intan di kancah nasional dan mampu mencetak kader yang kompetitif dan mampu bersaing,” harapnya. (Chelsea)

About admin

Check Also

dr. Zam Jelaskan Kenapa Obat Ranitidin di Tarik dari Peredaran

Bandar Lampung: dr Zam Zanariah,Sp.S.M.Kes hadiri siaran fokus publik yang membahas mengenai, kenapa obat ranitidin …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »