::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Breaking News / Dr. Alamsyah, M.Ag: Jalan Tol dan Pesan Guru Ngaji di Kampung

Dr. Alamsyah, M.Ag: Jalan Tol dan Pesan Guru Ngaji di Kampung

Bandar Lampung: Setelah ada jalan tol di berbagai daerah, perjalanan darat di pulau Jawa atau sebagian Sumatera terasa lebih cepat dan lebih nyaman. Walaupun menurut sebagian orang membayar tol mahal, namun jika dibandingkan lewat jalan biasa tetap lebih murah, baik waktu, tenaga, pikiran dan terutama bahan bakar minyak (BBM).

“Tol yang dibangun pemerintah itu untuk semua rakyat, siapapun juga, pendukung atau penentangnya, pemilih atau pengkritiknya, bahkan yang menolak insfrastruktur tol sekalipun, bisa menikmati, melewati, memakai dan merasakan kenyamanan tol,” kata Wakil Ketua PWNU Lampung, Alamsyah, Sabtu (1/6).

Semua orang berhak melewati jalan tol dan tidak ada tulisan larangan bagi orang yang tidak mendukung pembangunan tol sebagai sarana infrastruktur bagi kelancaran transportasi. “Tidak ada pengumuman “Penentang Tol Dilarang Lewat”,” tegas Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan Lampung ini.

Hal ini pun mengingatkannya kembali pada ajaran guru di kampung dahulu waktu ngaji tafsir Al-Quran. “Kata beliau, Tuhan punya sifat ar Rahman, artinya “Yang Maha Pengasih”, siapapun juga dikasihi dan diberi kenikmatan oleh-Nya, tidak melihat siapapun orangnya, tidak membedakan apapun yang disembahnya,” terangnya.

Semua yang hidup di dunia diberi kesempatan, baik ataupun jahat, adil ataupun dzalim, yang shaleh dan taat pada perintah-Nya atau yang sangat ingkar menentang kepada-Nya.

“Bahkan kepada Iblis yang sangat dimurkai sekalipun, Tuhan tetap memberinya fasilitas dunia dengan segala isinya,” ungkapnya.

Nabi SAW pun bersabda: Takhallaqu bi Akhlaaqillah yang artinya “Bersopan santunlah seperti Akhlak Allah”. Itulah yang menurutnya makna Ar-Rahman, nama Allah sekaligus juga bentuk akhlak-Nya.

“Itulah pancaran kasih sayang Allah untuk alam semesta, yang memancar lewat cahaya kebaikan, nafas kehidupan, petunjuk kasih sayang, yang mengajarkan keseimbangan, menanamkan kelembutan dan memberikan keindahan,” katanya.

Ada kalam Allah yang tertulis dalam kitab ada kalam-Nya yang tergores dalam kehidupan. “Inilah nilai-nilai positif yang layak diteladani di negeri yang lagi diuji ini,” pungkasnya.(Faizin)

About admin

Check Also

Mahasiswa Bahasa Arab UIN Dibekali Pelatihan Menulis Jurnal

Bandar Lampung: Kemampuan mahasiswa dalam menulis mutlak diperlukan, apa lagi di tengah era digital modernisasi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »