::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Breaking News / (Ramadhan) Puasa, Tazkiyah dan Hakikat Takwa

(Ramadhan) Puasa, Tazkiyah dan Hakikat Takwa

Puasa, Tazkiyah dan Hakikat Takwa

M. Luqmanul hakim H SQ M.Pd.I
Dosen UIN Raden Intan Lampung

Puasa ialah ibadah yang paling mulia yang telah Allah perintahkan kepada umat manusia. Hal ini nampak dari pelafalan kalimat “Kutiba Alaikumus shiyam” (QS 02:183). Berbeda dg ibadah-ibadah lain Allah menyebut kalimat wajibnya tersirat dalam sebuah kalimat amar (perintah) misalkan Shalat Zakat dan Haji dan lainnya. Bentuk Pelafalan secara Jahr memiki arti penting bagi sang pemilik Perintah yaitu Allah azza wa jall terlebih bagi umatnya yg menerima perintah itu.
M Allah Swt ingin menegaskan dg memberikan warning bahwa Puasa ialah bagian dr Perintah Allah yg perlu diperhatikan oleh umat manusia.

Puasa mengandung berbagai macam proses Tazqiyah (Pembersihan).

1. Tazqiyatun Nafs (pembersihan jiwa) ialah proses membersihkan jiwa dari hal- hal yang dapat menyebabkan batalnya puasa, dari hal-hal yang tak ada manfaatnya serta semua hal kemaksiatan yg dapat mengurangi afdholiyatus Shiyam (keutaman berpuasa).

2. Tazqiyatul Amal
(Pembersih amal) ialah Proses membersihkan dari amaliyah yang selama ini nampaknya Ukhrowi ternyata hnya duniawi. Menjauhkan dari amal yang sia-sia. Menghindarkan diri dari amal yang nampaknya Saleh padahal hakekatnya Salah, Dan amal yang kelak akan lenyap tak tersisa.. dalam konteks ini hendaknya puasa mampu memproteksi diri manusia dari amal-amal yan lacur..

3. Tazqiyatul Qalbi (membersihkan hati). Puasa ialah Proses pembersihan hati yg paling mujarab. Dalam puasa diajarkan langsung kepada Allah bagaimana membersihkan dan memproteksi hati dg benar. Proses Tazqiyatul qalbi akan bervariasi dan bermacam-macam jenisnya dan ini akan mampu dimengerti oleh mereka yang memiliki kelembutan- kepekaan hati.

4. Tazqiyatul Aql (Pembersihan akal). Puasa yang baik mampu meminimalisir dan mengekang akal yg liar dan durjana. Memaksimalkan potensi akal hanya untuk kepentingan yg positif produktif dan konstruktif. Merubah mindset dan paradigma yg selama ini jauh dari Islamic values yang berorientasi ukhrowi..

5. Tazqiyatul Bathni (Pembersihan Perut-Lambung) Proses ini jika ditinjau dari sisi medis bahwa puasa mampu membersihkan lambung dan organ tubuh bagian dalam manusia dengan sangat maksimal. Orang berpuasa akan selalu diberikan kesehatan jasmani maupun Rohani.

Dan masih banyak Proses Tazqiyah – Tazqiyah lainnya. Sehingga pantas saja jika Allah memberikan kenikmatan Buah nya Puasa kepada manusia yaitu *TAQWA تقوى*
Taqwa merupakan derajat tertinggi dari muslim kebanggaan Allah Azza wa jall..
1. *TA ت* artinya Tawadhu’ . Mereka yg sukses dalam puasa nya pasti akan rendah hati dan jauh dari sifat congkak..

2. *Q ق* artinya Qanaah. Hendaknya jadilah manusia yang menerima segala macam ketentuan Allah swt maslahah mafsadat baik dan buruknya. Manusia yang Qanaah selalu nerimo ing pandum sak dermo sak madyo. Hidup bersahaja sederhana dalam bingkai Islam Kaffah.

3. *Wa و* artinya Wirai. Manusia yg mampu menjauhkan dari hal duniawi, nafsu, dan segala macam kemaksiatan. Manusia yang hanya fokus kepada dua Hal yaitu Allah dan Ridha Allah..

4. *Y ي* artinya Yaqin. Yakin ialah tujuan tertinggi tentang ketauhidan kepada Allah swt. Jika sudah melalui beberapa fase di atas percayalah yaqinlah kelak akan mendpatkan sebuah kenikmatan.

Sehingga buah dr PUASA dan dr segala macam proses tazqiyah tadi akan menjadikan manusia yang Tawadhu’ Qanaah Wirai dan yakin terhadap Qudrah dan Iradah Allah Swt.

Wallahu A’lam

About admin

Check Also

Mahasiswa Bahasa Arab UIN Dibekali Pelatihan Menulis Jurnal

Bandar Lampung: Kemampuan mahasiswa dalam menulis mutlak diperlukan, apa lagi di tengah era digital modernisasi dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »