::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Agenda MUI Lampung / Dr. KH. Khairuddin Tahmid, MH: Paradigma Dakwah Wasathiyah untuk Penguatan Wawasan Keislaman yang Bervisi Kebangsaan

Dr. KH. Khairuddin Tahmid, MH: Paradigma Dakwah Wasathiyah untuk Penguatan Wawasan Keislaman yang Bervisi Kebangsaan

Bandar Lampung: Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota Bandar Lampung menggelar Akademi Da’i Wasathiyah (ADW) dan Hisab Rukyat pada Jum’at-Ahad  (3-5/5/2019) di Hotel Nusantara Syari’ah.

ADW ini diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari utusan masing-masing MUI tingkat kecamatan, ormas Islam dan pengurus Masjid di wilayah Bandar Lampung.

Kemudian, rangkaian kegiatan tersebut diisi dengan memberikan materi-materi kepada peserta ADW dengan menghadirkan beberapa narasumber yang berkompeten dalam bidangnya.

Seperti, Dr. KH. Khairuddin Tahmid, MH memberikan materi mengenai Paradigma Dakwah Wasathiyah untuk Penguatan Wawasan Keislaman yang Bervisi Kebangsaan, pada Sabtu (4/5/2019).

Dalam materinya menjelaskan bahwa, membangun peradaban yang berkeadaban merupakan keniscayaan yang diarahkan untuk mendakwahkan Islam yang bervisi kebangsaan. Dan Format peradaban yang berkeadaban itu hanya bisa diwujudkan dengan menerapkan formula Islam wasathiyah.

“Paradigma Islam Wasathiyah merupakan formula atau model yang sarat dengan nilai-kebenaran yang mutlak yang bersifat universal dan konfrehensif,” kata KH. Khoiruddin Tahmid yang juga sebagai ketua umum MUI Lampung.

Sementara itu menurutnya, Agama dan negara sama-sama saling membutuhkan. Relasi keduanya adalah simbiosis mutualisme. Agama memerlukan wadah bangsa, kehidupan kebangsaan memerlukan nilai-nilai agama sebagai panduan, acuan di tengah kehidupan yang beragam. (Hanivah/Rudi Santoso)

About admin

Check Also

Lampung Akan Gelar Multaqo Ulama Untuk Indonesia Damai

Bandar Lampung: Mewujudkan Indonesia Damai, khususnya di Provinsi Lampung, para ulama, cendekiawan muslim dan tokoh …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »