::: Selamat datang di Media MUI Lampung Online "Suara Ulama dan Zu'ama untuk Umat" ::: Kritik, saran, artikel, dan iklan dapat dikirim ke email: redaksi@mui-lampung.or.id
Home / Breaking News / Dr. Ngainun Naim: “Strategi Deradikalisasi Bisa Melalui Pribumisasi Islam”

Dr. Ngainun Naim: “Strategi Deradikalisasi Bisa Melalui Pribumisasi Islam”

ngainun-naimgoodBandar Lampung: AICIS 2016  masih saja mengundang kesan yang luar biasa bagi para peserta yang datang baik dari kalangan participant hingga presenter. Acara yang digelar selama 4 hari tersebut, mampu membuat semua yang terlibat di dalamnya memiliki pengalaman yang mengagumkan. Khazanah keilmuan Islam dikupas tuntas dalam berbagai sesi dalam perhelatan AICIS 2016. Hal ini pun menarik perhatian Dr. Ngainun Naim, selaku Ketua P2M STAIN Tulung Agung.

“AICIS ini merupakan agenda intelektual yang luar biasa. Inilah pertama kalinya AICIS 2016 digelar di kampus. Hanya pembukaannya saja yang di hotel. Acara berlangsung lancar, kalau ada kekurangan itu wajar. Partisipasi di setiap sesi sangat luar biasa. Ini tentu hal positif yang penting untuk diapresiasi,” komentar beliau saat diwawancarai di GSG IAIN Raden Intan.

Dalam AICIS 2016 ini, Ngainun Naim juga merupakan presenter dari makalah yang berjudul Islam Radikal dan Strategi Deradikallisasi: Rekonstruksi Pemikiran Abdurrahman Wahid yang telah disampaikan pada saat paralel session.

Beliau menjelaskan, fenomena Islam radikal semakin marak. Mereka kerap menggunakan jalan kekerasan dalam setiap aksinya. Ini fenomena berbahaya bagi Islam Indonesia yang dikenal moderat dan toleran. Karena itu dibutuhkan usaha untuk mencegahnya. Usaha ini disebut Deradikalisasi.

Hal tersebut diungkapkan oleh Ngainun Naim dalam makalahnya yang berjudul Islam Radikal dan Strategi Deradikallisasi: Rekonstruksi Pemikiran Abdurrahman Wahid dalam perhelatan AICIS 2016 di UIN Raden Intan Lampung.

“Ada banyak cara yang bisa dilakukan dalam kerangka deradikalisasi. Salah satunya dengan menggali pemikiran para tokoh ternama. Pemikiran Abdurrahman Wahid memiliki signifikansi ditinjau dari perspektif itu,” jelas Dr. Ngainun Naim.

Beliau melanjutkan, bagi Abdurrahman Wahid, Islam radikal itu berbahaya bagi masa depan Islam Indonesia. Penggunaan kekerasan, cara pandang eksklusif, dan intoleran merupakan ancaman bagi masyarakat Indonesia yang majemuk. Beberapa strategi deradikalisasi yang bisa direkonstruksi dari pemikiran Abdurrahman Wahid adalah pribumisasi Islam, penguatan peran pesantren, merawat tradisi dan membangun budaya dialog. (Siti Zubaidah)

About admin

Check Also

Pendidik Sebaya dan Konselor Sebaya Tekan Kenalan Remaja

Bandar Lampung: Remaja adalah harapan bangsa. Namun permasalah remaja pun sangat menarik menjadi perbincangan saat …

One comment

  1. Subhanalloh !!! Lanjutkan mas !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Translate »